Dharma Shanti Nyepi 2026 Varash: Momentum Kedamaian Setelah Nyepi
Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 tidak hanya dimaknai sebagai momen hening selama satu hari, tetapi juga dilanjutkan dengan kegiatan penuh makna melalui Dharma Shanti Nyepi 2026 yang diselenggarakan oleh Varash.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 Maret 2026 yang bertempat di Madya Mandala Pura Varash Bongan, Tabanan. Acara ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan memperdalam nilai-nilai spiritual Hari Raya Nyepi.
Momen Refleksi Pasca Nyepi
Acara diawali dengan sembahyang bersama yang berlangsung khusyuk dan penuh ketenangan. Seluruh peserta mengikuti rangkaian persembahyangan sebagai bentuk ungkapan syukur serta sebagai upaya penyucian diri setelah melewati Hari Raya Nyepi. Momen ini menjadi awal untuk membuka kegiatan dengan hati yang bersih dan pikiran yang tenang.
Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan Dharma Shanti Nyepi yang mengangkat tema “Mendamaikan Jiwa lewat Nyepi”. Dalam acara ini, narasumber secara langsung mengulas makna Catur Brata Penyepian atau empat pantangan utama saat Hari Raya Nyepi, antara lain sebagai berikut.
- Amati Geni (Tidak Menyalakan Api): Larangan menyalakan api, lampu, atau alat elektronik yang menghasilkan panas atau cahaya. Ini juga bermakna mengendalikan api amarah dalam diri.
- Amati Karya (Tidak Bekerja): Larangan melakukan aktivitas fisik atau pekerjaan, bertujuan untuk beristirahat total dan melakukan introspeksi diri.
- Amati Lelungan (Tidak Bepergian): Larangan keluar rumah atau bepergian untuk fokus merenung dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
- Amati Lelanguan (Tidak Bersenang-senang): Larangan mencari hiburan, berpesta, atau melakukan aktivitas hura-hura, termasuk tidak makan dan minum dalam konteks puasa (brata), sebagai bentuk pengendalian hawa nafsu.
Sesi ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk memahami makna Nyepi secara lebih mendalam. Peserta diajak untuk kembali memahami esensi momen pengendalian diri, serta menjaga keseimbagan antara pikiran, tubuh, dan jiwa. Nilai-nilai ini diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya saat perayaan Nyepi sebagai tradisi tahunan.
Diskusi yang Interaktif dan Inspiratif
Acara ini menghadirkan tiga narasumber inspiratif, yaitu Surya Guna Negara (Founder Mindev), dr. Wayan Mustika (Dokter & Penulis), Putu Eka Suryawan (Herbalist & Therapist, Founder Varash). Kegiatan ini semakin bermakna dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab dengan para narasumber terkait penerapan Catur Brata Penyepian dalam kehidupan modern, mulai dari kesehatan fisik, ketenangan mental, hingga keseimbangan spiritual. Diskusi berlangsung interaktif dan memberikan banyak wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersamaan yang Terabadikan
Rangkaian Dharma Shanti Nyepi 2026 ditutup dengan sesi foto bersama yang mengabadikan momen kebersamaan seluruh peserta dengan narasumber. Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, momen ini menjadi simbol keharmonisan yang terjalin sepanjang kegiatan.
Lebih dari sekedar dokumentasi, momen ini diharapkan para peserta dapat membawa pulang makna Catur Brata Penyepian untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.